Solusi Keren Keresahan Sampah, STABN Raden Wijaya Wonogiri Ubah Limbah Plastik Jadi Bensin dan Solar

Penampakan unit mesin Pirolisis GPM 15 Cyclone with Heater R2 yang digunakan untuk memproses limbah plastik menjadi bahan bakar cair. (Foto: Kurnia Anggraini/ STABN)

Masalah penumpukan limbah di lingkungan civitas akademika kini berhasil diubah menjadi berkah. Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Raden Wijaya Wonogiri mengembangkan inovasi mutakhir dengan mengolah sampah plastik menjadi berbagai energi alternatif bernilai ekonomis tinggi melalui fasilitas Eco-Theology Living Laboratory Dharma Ekologi.

Langkah konkret yang bermula dari keresahan tumpukan sampah di asrama mahasiswa ini kini bertransformasi menjadi pusat pembelajaran daur ulang limbah yang berkelanjutan. Kampus bertekad mengedukasi masyarakat luas agar terbiasa memilah sampah langsung dari sumbernya di tingkat rumah tangga demi efektivitas tata kelola lingkungan.

Ketua STAB Negeri Raden Wijaya, Sulaiman, menegaskan bahwa penanganan masalah kebersihan lingkungan tidak bisa hanya diselesaikan di bagian hilir. “Kami ingin menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat diatasi melalui kolaborasi, edukasi, dan inovasi teknologi. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujar Sulaiman.

Proses pengolahan di laboratorium canggih ini mengandalkan teknologi pirolisis guna mengekstraksi sampah plastik yang tidak laku dijual di pasaran. Lewat pemanasan tanpa oksigen tersebut, sistem mekanis laboratorium berhasil memproduksi bahan bakar sirkular berupa bensin, solar, minyak tanah, hingga gas siap pakai.

Sebelum memasuki alat penampungan, limbah plastik wajib melewati fase penyortiran yang ketat dan teliti. Jenis plastik yang dimasukkan ke dalam ruang bakar harus sesuai standar baku demi mempertahankan kualitas bahan bakar serta menjaga ketahanan mesin pirolisis dari kerusakan struktural.
Program ini juga diintegrasikan ke dalam skema Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Kredensial Mikro mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan ruang belajar praktis mengenai kelestarian ekosistem, pengoperasian teknologi pirolisis, hingga teknik pemberdayaan masyarakat terpadu dari hulu ke hilir.

Terobosan ramah lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat menghadiri Pelatihan Mesin Pirolisis STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri GPM 15 Cyclone with Heater R2 pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Kepala DLH Kabupaten Wonogiri, Drs. Bahari, M.Si., yang didampingi oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan, Wiwik Pujihastuti Ekowati, S.T., M.M., M.Si., menyatakan bahwa manajemen limbah yang tepat mampu menggerakkan roda ekonomi sirkular masyarakat.

“Manajemen sampah memiliki nilai ekonomi. Paling tidak kita sudah memulai, tidak hanya sekadar statement atau katanya-katanya, tetapi melalui aksi nyata,” puji Bahari. Ia berharap kesadaran kolektif berbasis pemanfaatan teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas oleh seluruh warga Kabupaten Wonogiri demi menciptakan manfaat sosial-ekonomi jangka panjang. (Kurnia Anggraini)

Source: https://beritawonogiri.com/stabn-raden-wijaya-wonogiri-olah-sampah-plastik-menjadi-energi/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top